Ternyata gw gak pernah ada di hidupnya.. Gak pernah ada.
Perasaan sakit hati itu ada karena eksistensi diri gw terganggu. Ya, gw merasa tidak ada.. Diam-diam dia melenyapkan keberadaan gw.. Itu.. Itu yang bikin sakit hati.. siapa pun yang membuat kita seperti itu..
Ini sudah hampir setahun.. sejak gw dipertemukan Tuhan dengan dia.. Ya, Tuhan. Sebab gw gak ngerti, kenapa di otak gw yang melintas pertama kali wajah dia. Lalu dengan fasihnya gw mengingat nama lengkapnya..
Lalu hari-hari berjalan dengan semunya, Semakin lama gw hilang. Lalu tersadar dan berteriak. Meminta kembali eksistensi diri yang terengut. Ya! Harus! Meski sakit, meski sulit.
Andai kamu tahu..
Lalu malam gelap itu tiba. Malam-malam yang selalu gw khawatirkan dan Tuhan tak bisa dikelabui. Dia tentukan kepastian hari itu datang juga. Dan aku, tak banyak ucapkan kata, tak banyak, seingatku hanya satu.. atau dua.. tak sampai tiga.
Hanya wajahmu yang bicara banyak, banyak. Bahkan banyak kata baru yang keluar dari mulutmu. Wajah itu, wajah yang tak pernah kau hadirkan di hadapanku. Wajah yang sungguh-sungguh memikirkan keberadaanku.. Ya, wajah itu.
Dan tiba-tiba saja, kau katakan permintaan konyol. Memintaku bersedia bersamamu jika kau rindu padaku. Lalu bagaimana kalau aku yang rindu???! Bagaimana? Kau pasti tak akan peduli..
Lalu tiba-tiba setelah waktu mengendapkan rasaku : kau katakan rindu! Kau gila! Tidak hanya kau! Aku juga gila! Tapi aku tak ingin mempermainkan hatiku sendiri! Dan kau.. bahkan dengan mudahnya mempermainkan hatiku : hati orang lain. Terlalu mudah..
Ya, aku cinta. Ya, aku rindu. Tapi aku tak akan membiarkan semua itu membunuhku, membunuhmu. Tak akan..
Sampai suatu saat aku harus membunuhmu! Harus! Lalu pada rintik hujan itu, rintik hujan yang menyamarkan air mata, aku membunuhmu.. membunuhmu..
Titik nol. Aku mudah ke mana saja setelah membunuhmu, mudah. Lalu aku coba ke utara. Aku coba ke selatan tapi belum sampai ke barat, aku kembali ke tempat kumembunuhmu. Berkali-kali, memastikan kamu mati.. mati.
Kalaupun kau bangkit lagi dan berbalik untuk membunuhku, kau tak akan bisa! Tak akan bisa! Sebab aku tak pernah hidup di hidupmu. Lalu apa yang dapat kau bunuh kalau begitu? Aku sudah mati sejak bersamamu..
Lalu apa bedanya? Kau ada, tak ada, ada bersamanya, dan mati? Tak ada beda!
Jadi jangan usik aku yang bersikukuh berada di tempatku membunuhmu!!
1 comment:
aseeem.. serem banget gw yak.. hahah.. membunuhmu!! huh!! hahaha
Post a Comment