justyusti
Kau temukan dunia di sini
Sunday, July 17, 2011
Berhenti Bernapas
Friday, July 23, 2010
Mencari Manusia
Aku hanyalah sesuatu yang mencari.
Bila bertemu, bertemulah aku.
Dan jika tidak bertemu, tidak bertemulah aku.
Antara Tanduk Setan
Diburu Pemburu
Berlarian di lingkaran setan.
Membunuh atau terbunuh.
Mengejar rotasi takdir hingga diburu pemburu.
Tertusuk lalu busuk.
Jadi mumi aku.
Tersuruk merajuk kecup.
dunia..
Menjebol Dinding Langit
Meninggikanmu hingga menjebol dinding langit
Kumampu-mampukan saja meski layu
Gravitasi membawamu kembali jejaki bumi
Langitku bocor setelah kujebol
Pun bumiku kotor berhias tapak teror
Janji Mati
yang berdenyut di nadinya
tiap garis biru
di lengan, di leher
di tiap bagian tubuhnya yang
j teringkar mengalir darah segar berbuih
deras hingga habis
kemudian sang wanita menangis
LirihPerihSedihRingkihdanTertatih
menunggu janji lain yang pasti: MATI
Mencari-Mu
Maaf Untuk Diri
Terhenti di satu titik.
Keterpurukan.
Lama menggapai-gapai tuk mencapai langit.
Sebab tak pernah memaafkan diri.
Sebab tak mampu.
Tuk ciptakan Langit sendiri.
Kumaafkan.
Menunggu Menyenangkan
SMS.
Menyelamatkan gw dari banyak hal.
Dari kehilangan lo… Dan ternyata gw menikmati sensasi ini.. Menunggu.
Mendebarkan. Memberi harapan bagi gw. Membuat gw gak lagi ingin membunuh hidup gw. Membuat gw ingin menatap esok, bertemu pagi, siang, malam, dini hari hingga gw bertemu dengan lo.
Ternyata menunggu itu tidak diam.
Suatu hari, ketika gw lelah menyejajari matahari dan bulan, gw akan pulang. Di sana telah menunggu seseorang atau terkadang gw yang menunggu. Betapa nikmatnya. Bahkan saat kini ketika gw hanya bisa membayangkannya, gw sudah merasakan nikmatnya. Bersandar pada hidupmu. Menggelayuti masa depanmu. Merasai nafas jiwamu.
Dan untukmu. Betapa nikmatnya berlarian memburu dunia ini ketika seseorang di pojok dunia menantikanmu. Benar-benar menantikanmu, bukan yang lain. Hanya kamu. Dan dari jarak satu tikungan, ia sudah mencium bau tubuhmu.
Menunggu dan berjuang. Titik dan koma. Aku dan kamu. Betapa melengkapi. Aku suka menunggumu. Aku suka memperjuangkanmu.
Dan.. maukah kau berlarian hingga bercucuran keringat untukku? Kujamin, saat kau pulang, kan kubasuh tubuhmu. Lelapkanku. Lelapkanmu.
Apa lagi?
Terima kasih. Sangat.
Taifun!
membuat pusaran
menjadi taifun
tak pernah gentar
masuk di pusaran
mencapai titik
nadir
akhir
kita berhasil